Perbedaan Perayaan Idul Adha di Indonesia dan di Luar Negeri


Perbedaan Perayaan Idul Adha di Indonesia dan di Luar Negeri
(foto oleh tribunnews.com)
Idul Adha adalah salah satu hari besar agama Islam yang dinanti-nantikan. Pada hari itu, seluruh umat muslim di dunia berbondong-bondong melakukan sholat Ied, diikuti dengan kegiatan penyembelihan hewan kurban berupa sapi, kambing, unta maupun domba. Daging hewan sembelihan itu kemudian dibagikan dan dinikmati bersama-sama masyarakat setempat maupun luar daerah, tak terkecuali para fakir dan miskin.
 
Perayaan idul adha di Indonesia, dan di Arab Saudi juga beberapa negara lain untuk tahun ini telah dijadwalkan pada tanggal 24 September 2015, bertepatan tanggal 10 Dzulhijah.
Pernahkah anda berpikir, bagaimanakah kebudayaan dan hari besar idul adha dirayakan di negara lain? Seperti apakah nuansa perayaannya? Sebetulnya tidak begitu berbeda. Karena perayaan Idul Adha intinya adalah pada penyembelihan hewan kurban.

Idul Adha di Belanda

islam di belanda
foto oleh republika.co.id
Mengutip dari okezone.com, Zaskia Sungkar, artis yang dirinya berencana merayakan idul adha di Belanda berpendapat tentang perbedaan perayaan yang terjadi di Indonesia dan di luar negeri. Menurutnya, tidak beda jauh perayaan hari kurban di Indonesia dengan di Belanda, adapun yang berbeda itu metodenya tidak boleh sembarangan di luar negeri. Pasalnya, banyak kasus daging kurban yang sudah dipotong ternyata malah daging babi.

Idul Adha di Korea Selatan

islam di korea
(foto oleh Ony Jamhari di kompasiana)
Dilansir dari kompasiana.com, seorang pelajar yang sedang melanjutkan studinya di Korea Selatan, Ony Jamhari, pernah berkali-kali menikmati suasana perayaan hari idul adha di negeri ginseng. Dia mengungkapkan bahwa di Korea Selatan, tidak jauh beda perayaannya dengan apa yang terjadi di Tanah Air. Hanya saja kita bisa menemui banyak warga yang ikut merayakan idul adha dari berbagai negara dan daerah, seperti Pakistan, India, Bangladesh, termasuk juga Indonesia.

Di kota yang bernama Daejong, seusai melaksanakan sholat ied, masyarakat yang beragama islam langsung disuguhi oleh makanan daging kurban. Tidak ada acara penyembelihan daging kurban di daerah itu. Namun, masakannya sudah disediakan melalui badan-badan amal di seluruh dunia.

Pernah suatu ketika sesudah menikmati makanan, Ony mengunjungi sebuah Masjid yang sering dijadikan kumpul oleh warga-warga yang berasal dari Indonesia. Mereka merasakan suasana indah dengan bersilaturahmi dengan sesama warga se-tanah airnya. Hingga salah seorang diantara mereka ada yang menyambut tamu-tamu dengan kambing guling masakannya sendiri. Kemesraan dan suasana keindahan tetap terasa meskipun merayakannya di luar negeri.

Idul Adha di Pakistan

islam di pakistan
(foto: mamanmimin.wordpress.com)
Ternyata di Pakistan, negara yang notabene memiliki baris peringkat ke-2 setelah Indonesia, menurut penuturan blog personal mamanmimin, begitu sepi di hari perayaan idul adha. Entah itu karena kebetulan kota di Pakistan tempat Mas Maman tinggal memang mayoritas masyarakat Islamnya sedikit atau sudah jadi tradisi di sana. Bahkan jemaah sholat ied saja hampir bisa dihitung dengan jari.

Ada satu hal menarik, masyarakat Indonesia tampak mendominasi di Pakistan sana. Di kota tempat tinggal Mas Maman, pada saat khutbah sholat ied, khotib-nya (pembicara) adalah orang Indonesia. Awalnya karena sang khotib menyangka mungkin jemaahnya mayoritas dari Indonesia, sehingga dia menyiapkan naskah khutbah bahasa Indonesia. Padahal jemaah yang hadir terdiri dari berbagai negara seperti Cina, Somalia, dan Vietnam.

Namun, sumber lain mengatakan, di perayaan idul adha di Pakistan hampir sama dengan Indonesia. Biasanya empat hari sebelum perayaan, pegawai-pegawai diliburkan dan acara pemotongan hewan kurban juga dilaksanakan sebagaimana yang kerap terjadi di Indonesia yang kemudian diberikan ke fakir miskin.

Idul Adha di Amerika Serikat

islam di amerika
(foto: bbci.co.uk)
Di negara adidaya, Amerika Serikat, menjelang hari raya biasanya pemerintah memberikan cuti karyawan selama 1-3 hari. Hampir sama seperti di negara-negara lain, pagi hari, umat muslim sudah bergegas menuju masjid menunaikan sholat ied. Seusai sholat, masyarakat akan makan bersama, meskipun tidak banyak yang melangsungkan penyembelihan hewan kurban.

Menurut BBC, hari raya idul adha dan juga idul fitri dijadikan hari libur sekolah di kota New York. Hal ini diberlakukan oleh walikota NY untuk meningkatkan toleransi keberagaman di kota tersebut.

Idul Adha di Arab Saudi

idul adha di arab saudi
(foto oleh Fayes Nureldine di GettyImages)
Arab Saudi justru sangat memberikan perhatian terhadap hari perayaan idul adha. Momentum tersebut sangat dijunjung dengan melakukan pemotongan kurban besar-besaran yang kemudian dikirimkan ke negara-negara miskin di dunia.

Idul Adha di Indonesia

Di Indonesia biasanya masyarakat akan melaksanakan sholat ied dan diikuti dengan acara penyembelihan kurban. Setelah itu daging kurban dipotong dan dibagikan kepada warga masyarakat setempat. Selain itu, terdapat beberapa tradisi unik yang sering dilakukan oleh masyarakat Indonesia pada saat idul adha.

Seperti misalnya di Sampangan, Semarang, biasanya masyarakat setempat melakukan ritual 'sedekah bumi' dengan membuat tumpeng yang kemudian diarak oleh warga untuk dinikmati bersama-sama.

Di Pasuruan, Jawa Timur juga terdapat suatu tradisi yang kerap disebut 'sapi mantenan'. Biasanya dilakukan sehari sebelum melakukan penyembelihan, dengan cara meriasi sapi kurban secantik mungkin bak pengantin dalam rangka pemberian hormat.

0 Response to "Perbedaan Perayaan Idul Adha di Indonesia dan di Luar Negeri"

Post a Comment

Tulis komentarmu berkaitan artikel diatas